Cerita ini dimulai dari pertemuan kita. Pertemuan pada suatu masa yang aku pun tak mengerti bagaimana asalnya. Awal yang indah.. Aku merasa ada yang tak biasa. Harapanku, kau merasakan hal yang sama.. Dan ternyata benar, kau pun mengerti isi hatiku. Hingga akhirnya, kita bahagia dalam satu hati. Kau tau? Aku merasa seperti wanita yang paling beruntung karena kau. Kau yang selalu menemani dan menjaga hatiku. Aku berjanji, aku akan menjaga dan semua akan kulakukan untukmu..
Hari demi hari kita jalani. Hingga waktu itu harus tiba..
Saat itu, aku harus menerima kenyataan bahwa kau akan pergi meninggalkanku dalam waktu yang lama.. Oke, aku mencoba untuk ikhlas.
Cinta dan percayaku padamu sudah terlalu besar. Aku rela, walaupun berat hati.
Setelah kepergianmu, aku merasa ada prubahan yang terjadi pada dirimu..
Aku berusaha untuk tetap percaya bahwa semua akan baik-baik saja. Namu, semua berbeda. Kau akhiri semua dengan alasan yang aku pun tak mengerti.
Kau tau? Sakit.. Tapi aku percaya, cinta akan selalu memaafkan.
Kini kujalani hari-hariku tanpa cintamu. Aku hanya bisa berdoa, Ya Tuhan, semoga kau bahagia bersamanya.
Seperti kata pepatah, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.
Ku dengar berita kau akan kembali. Aku bahagia mendengar berita itu. Semoga ini kembali menjadi awal yang baik untukku. Dan benar saja, kau kembali dan kau akui semua kesalahanmu. Aku tulus memaafkanmu dari lubuk hatiku.
Akhirnya, kita memutuskan untuk kembali bersatu.
Kau tau? Kini aku merasa lebiiih dari wanita sempurna karena kau. Aku kembali bahagia. Terimakasih..
Aku mencintaimu, sangat mencintaimu.
Namun, banyak yang bilang, bahwa hidup tak selamanya indah. Dan waktulah yang berperan menjawab semuanya. Sudah waktunya kau harus kembali pergi meninggalkanku. Aku mencoba ikhlas dan berharap takkan ada lagi air mata setelah ini.
Sepertinya, saat itu keadaan sedang tak berpihak padaku. Apa yang aku alami dahulu, kembali lagi. Sakit.. kembali aku rasakan.. aku mulai merasa bahwa cinta itu sungguh kejam. Aku memutuskan untuk menutup diri. Aku tak ingin kembali sakit.
Akhirnya, kita memang benar-benar terpisah. Kau dengannya dan aku tetap sendiri. Aku mencoba menelaah apa yang terjadi padaku. Apa salahku?
Memang tak mudah untuk menjalani hubungan dengan jarak yang tak terkira. Aku takkan menyalahkan siapa-siapa.
Kau tau, jauh didalam lubuk hatiku, aku akan selalu menerimamu kapanpun kau mau. Aku tak mrngerti cinta apa ini. Tapi, inilah yang terjadi dan inilah yang aku rasakan.
Satu pintaku pada Tuhan,
Tuhan, izinkan aku merasakan kembali kebahagiaan cinta, sebelum semuanya benar-benar berakhir. Amin..
..................................................................................................................................................
inspired by Someone's love story :)
Hari demi hari kita jalani. Hingga waktu itu harus tiba..
Saat itu, aku harus menerima kenyataan bahwa kau akan pergi meninggalkanku dalam waktu yang lama.. Oke, aku mencoba untuk ikhlas.
Cinta dan percayaku padamu sudah terlalu besar. Aku rela, walaupun berat hati.
Setelah kepergianmu, aku merasa ada prubahan yang terjadi pada dirimu..
Aku berusaha untuk tetap percaya bahwa semua akan baik-baik saja. Namu, semua berbeda. Kau akhiri semua dengan alasan yang aku pun tak mengerti.
Kau tau? Sakit.. Tapi aku percaya, cinta akan selalu memaafkan.
Kini kujalani hari-hariku tanpa cintamu. Aku hanya bisa berdoa, Ya Tuhan, semoga kau bahagia bersamanya.
Seperti kata pepatah, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.
Ku dengar berita kau akan kembali. Aku bahagia mendengar berita itu. Semoga ini kembali menjadi awal yang baik untukku. Dan benar saja, kau kembali dan kau akui semua kesalahanmu. Aku tulus memaafkanmu dari lubuk hatiku.
Akhirnya, kita memutuskan untuk kembali bersatu.
Kau tau? Kini aku merasa lebiiih dari wanita sempurna karena kau. Aku kembali bahagia. Terimakasih..
Aku mencintaimu, sangat mencintaimu.
Namun, banyak yang bilang, bahwa hidup tak selamanya indah. Dan waktulah yang berperan menjawab semuanya. Sudah waktunya kau harus kembali pergi meninggalkanku. Aku mencoba ikhlas dan berharap takkan ada lagi air mata setelah ini.
Sepertinya, saat itu keadaan sedang tak berpihak padaku. Apa yang aku alami dahulu, kembali lagi. Sakit.. kembali aku rasakan.. aku mulai merasa bahwa cinta itu sungguh kejam. Aku memutuskan untuk menutup diri. Aku tak ingin kembali sakit.
Akhirnya, kita memang benar-benar terpisah. Kau dengannya dan aku tetap sendiri. Aku mencoba menelaah apa yang terjadi padaku. Apa salahku?
Memang tak mudah untuk menjalani hubungan dengan jarak yang tak terkira. Aku takkan menyalahkan siapa-siapa.
Kau tau, jauh didalam lubuk hatiku, aku akan selalu menerimamu kapanpun kau mau. Aku tak mrngerti cinta apa ini. Tapi, inilah yang terjadi dan inilah yang aku rasakan.
Satu pintaku pada Tuhan,
Tuhan, izinkan aku merasakan kembali kebahagiaan cinta, sebelum semuanya benar-benar berakhir. Amin..
..................................................................................................................................................
inspired by Someone's love story :)
No comments:
Post a Comment