Pernahkah kalian merasa bahwa kalian adalah manusia yang paling malang diantara yang lainnya? Merasa menjadi manusia yang ingin punya segalanya, namun kalian merasa bahwa kalian tak mampu mendapatkan segalanya. Lalu kalian berandai-andai bahwa kalian ingin seperti teman-teman yang bisa mendapatkan segalanya dengan mudah. “Andai aku jadi dia, mungkin aku akan … “ dan seterusnya. Dan seharusnya bahwa orang-orang yang bisa mendapatkan segalanya adalah orang-orang yang rajin berusaha dan berdoa. Namun tetap saja, semua itu tergantung atas izin Tuhan. Bahkan, tak jarang kita melihat orang yang tak perlu berusaha besar, mereka dengan mudah bisa dapet apa yang mereka inginkan. Intinya, kalo Tuhan udah ngizinin, why not?
Tapi tentu saja, manusia memang tidak pernah lepas dari pernyataan bahwa “manusia adalah makhluk yang tidak pernah puas”. Dan sepertinya itu udah jadi predikat manusia yang ga bakal bisa dilepas maupun di rubah. Banyak orang yang kebutuhannya itu udah terpenuhi, bahkan berlebih, masih menganggap bahwa mereka adalah manusia yang paling malang. Bahkan jahatnya masih ingin memperbanyak dengan mengambil bagian orang lain. Miris. Lalu coba bayangkan, dimana lagi bukti bahwa Tuhan itu jahat? Tuhan tak adil? Bukankah seharusnya kita berintropeksi terlebih dahulu atas segala nasib yang kita jalani saat ini.
Tuhan hanya ingin melihat kesungguhan hamba-Nya. Dia akan memberi bila hamba-Nya benar-benar berusaha dan meminta. Atau karena Tuhan itu terlalu sayang sama kalian hingga Dia takut kalian menjadi berubah dan menjauh bila Tuhan merubah hidup kalian. Ya, kita tau bahwa, semuanya rahasia yang peramal pun ga bakal bisa nebak pasti.
Haha semua tahu tentang prosedur hidup. Seharusnya adalah lakukan kewajiban dan kalian akan mendapatkan hak. Rata-ratanya sekarang semuanya selalu menuntut hak, dan say good bye sama kewajiban. Bila sudah begitu, apa Tuhan marah? Apa Tuhan murka?? Jawabannya TIDAK!!
Bahkan Dia masih berikan apa yang tidak kalian minta. Dia Maha Adil, Dia Maha Tahu, Dia Maha semunya. Lalu bagaimana bisa manusia meragukan akan segala takdir-Nya? Bukankah karena Dia Maha Tau, Dia selalu berikan yang terbaik dan yang kalian butuhkan.
Saat Tuhan sudah muak akan segala perilaku yang memalukan, maka Dia murka. Lalu, apakah dia menutup pintu maaf? Tidak sama sekali.
Marilah sama-sama berintropeksi dan mulai menyadari!!
No comments:
Post a Comment